Langsung ke konten utama

Penggunaan Koma dan Titik pada Angka Besar



Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berhadapan dengan angka besar, terutama saat membaca data, laporan keuangan, harga barang, atau angka desimal. Namun, masih banyak orang yang bingung tentang penggunaan koma (,) dan titik (.) dalam penulisan angka tersebut. Padahal, penggunaan tanda baca yang tepat bisa membantu kita menghindari kesalahan baca dan memahami angka dengan lebih akurat.

Artikel ini akan menjelaskan bagaimana penggunaan koma dan titik yang benar dalam penulisan angka besar, khususnya dalam Bahasa Indonesia, serta membandingkannya dengan aturan dalam Bahasa Inggris.


1. Penulisan Angka dalam Bahasa Indonesia

Berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), aturan penulisan angka besar adalah sebagai berikut:

  • Titik (.) digunakan untuk memisahkan setiap tiga angka dari belakang (ribuan, jutaan, miliaran, dst).

  • Koma (,) digunakan untuk menunjukkan bagian desimal (pecahan dari satuan utuh).

Contoh:

  • 1.000 (seribu)

  • 1.000.000 (satu juta)

  • 2,5 (dua setengah)

  • 0,75 (tujuh puluh lima per seratus)

Perhatikan bahwa penulisan seperti “2,5 kg” berarti dua setengah kilogram. Koma di sini tidak memisahkan ribuan, tapi menunjukkan angka pecahan (desimal).


2. Penulisan Angka dalam Bahasa Inggris

Dalam sistem penulisan angka berbahasa Inggris (misalnya dalam teks ilmiah internasional), aturan penggunaannya justru kebalikan dari Bahasa Indonesia:

  • Koma (,) dipakai untuk memisahkan kelompok ribuan.

  • Titik (.) dipakai untuk menandai bagian desimal.

Contoh:

  • 1,000 (seribu)

  • 1,000,000 (satu juta)

  • 2.5 (dua setengah)

  • 0.75 (tujuh puluh lima per seratus)

Jadi, angka 1.000.000 dalam Bahasa Indonesia ditulis sebagai 1,000,000 dalam Bahasa Inggris. Dan 2,5 ditulis sebagai 2.5.


3. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Saat menulis angka besar, sering kali terjadi kesalahan akibat mencampur aturan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Ini biasanya terjadi saat menyalin data dari sumber luar negeri, dokumen bilingual, atau saat menulis tugas tanpa memperhatikan ejaan.

Contoh Kesalahan:

  • Menulis Rp 5,000.000 (❌ salah: karena formatnya campur)

Penulisan yang Benar:

  • Rp 5.000.000 (✅ benar dalam Bahasa Indonesia)

  • $5,000,000.00 (✅ benar dalam Bahasa Inggris)


4. Kesimpulan dan Tips Praktis

Agar tidak salah dalam menulis angka besar:

Gunakan titik (.) untuk ribuan dan koma (,) untuk desimal jika menulis dalam Bahasa Indonesia.
Gunakan koma (,) untuk ribuan dan titik (.) untuk desimal jika menulis dalam Bahasa Inggris.
Konsistenlah dengan satu aturan dalam satu tulisan.


   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stop Bikin Konser di Kantor! Gak Semua Orang Suka Lagumu!!

  Ada kalanya, ruang yang seharusnya damai—entah itu bilik kerja kita di kantor, atau bahkan teras rumah kita sendiri—berubah mendadak jadi panggung konser. Bukan, ini bukan konser yang Anda beli tiketnya. Ini adalah simfoni bising yang tak diundang. Rasanya seperti ada yang teriak, "Muter musik kenceng emang mau hajatan, ya?" Saya pernah berdiri di tengah riuh itu. Di kantor, seorang rekan (mungkin dengan niat berbagi kebahagiaan) memutar musik dengan volume yang sukses bikin telinga pengang. Kadang, yang diputar itu alunan musik dengan beat super kencang yang muncul tiba-tiba, bikin dag dig dug sampai rasanya jantung mau copot. Di lain hari, malah lagu-lagu melankolis dengan vokal menusuk yang volumenya diputar kencang-kencang, membuat suasana jadi sendu padahal deadline sudah di depan mata. Pekerjaan terhampar, tapi fokus saya buyar, terpecah oleh gelombang sonik yang sama sekali tidak saya minta. Masalah Universal: Dari Meja Kerja Sampai Tembok Rumah Dilema ini tidak...

Selamatkan Keponakan Saya dari Guru yang Terobsesi Jadi Raja Api Ozai

Beberapa hari yang lalu, keponakan saya resmi melakukan aksi "mogok nasional" skala rumah tangga. Dia memilih mendekam di kamar, menggulung diri dalam selimut tebal, dan dengan tegas ogah berangkat ke sekolah. Wajahnya ditekuk, mirip orang yang baru saja kehilangan harapan hidup. ​Awalnya saya pikir dia belum mengerjakan PR Matematika yang setebal kamus itu, atau mungkin habis diputusin pacarnya. Namun, ternyata alasannya jauh lebih masuk akal sekaligus tragis: dia merasa gurunya sedang melakukan eksperimen aneh yang di luar nalar manusia normal. ​Begini ceritanya. Keponakan saya ini tipe anak yang otaknya sudah disetel untuk menghitung angka, logika, dan segala sesuatu yang pasti-pasti saja. Dia adalah penyembah Matematika garis keras. Tapi entah kenapa, tiba-tiba gurunya di sekolah merasa dapat hidayah dan memaksa keponakan saya ikut lomba menulis cerpen tingkat kabupaten. ​Di sisi lain, temannya yang jago banget bikin tulisan puitis—yang kalau nulis status galau di Instagr...

Dilema Kucing Jalanan: Antara Rasa Iba, Emosi, dan Tanggung Jawab Kita

Pernah nggak sih kamu lagi jalan, terus ngeliat kucing terlantar yang kurus banget, ngeong-ngeong kelaparan, atau badannya penuh luka? Rasanya nyesek banget, ya. Jujur, aku pribadi sering banget ngerasain hal ini. Rasanya pengen banget nolong, minimal ngasih makan biar perut mereka nggak perih. Tapi sayangnya, realita di lapangan nggak seindah itu. Di saat kita ngerasa iba, ternyata banyak juga orang di luar sana yang justru "alergi" sama keberadaan mereka. Kenapa Masih Banyak Orang yang Kejam? Sering banget kita lihat pemandangan yang bikin marah. Ada orang yang melempar kucing, memukul, bahkan tega menyiram air panas cuma karena si kucing lewat atau minta makan. Tetanggaku sendiri pernah memukul kucing pakai kayu besar. Untungnya si kucing sempat menghindar, kalau nggak, mungkin nyawanya sudah melayang. Padahal, kalau dipikir pakai logika sederhana: Kucing itu hewan, mereka nggak punya akal seperti manusia. Saat mereka "mencuri" makanan, itu bukan karena mereka ja...