Artikel sebelumnya saya mencoba hapus Edge ternyata nggak bisa karena sebelumnya belum tahu faktanya, jadi saya hapus browser lain dan kamu bisa baca detail kegagalan saya di Tragedi "Anomali Hijau": Saat Ego Gamer RMT Hampir Membunuh Laptop Keponakan . Niat saya waktu itu sebenarnya mulia: mau jadi pahlawan buat laptop keponakan yang lemotnya minta ampun. Tapi apa daya, Windows menjaga Edge lebih ketat daripada satpam bank. Karena merasa kalah, akhirnya saya menyerah dan malah mulai rutin pakai Edge di kantor. Siapa sangka, dari kejadian "gagal hapus" itu, saya malah terjerumus dalam sebuah eksperimen yang mengubah pandangan hidup saya sebagai budak korporat. Di kantor, saya sekarang jadi satu-satunya orang yang pakai Microsoft Edge, sementara semua teman kerja saya masih setia dengan Google Chrome atau Opera. Rasanya saya seperti pakai sepatu lari super ringan di tengah kerumunan orang yang pakai sepatu pantofel berat—awalnya saya merasa "salah kostum...
"Berawal dari sekadar berbagi keresahan, kini menjadi ruang untuk bertumbuh. Di sini, saya merangkum setiap kegelisahan hidup menjadi tutorial praktis dan pelajaran bermakna yang semoga bisa membantu harimu sedikit lebih mudah."