Di usia 28 tahun, saat teman-teman sebaya saya sedang pusing memikirkan cicilan KPR, investasi saham, atau mengejar posisi manajer, saya justru terjebak dalam masalah yang lebih "purba": urusan gigi. Sementara mereka sibuk membandingkan harga skincare biar awet muda, saya sibuk membandingkan harga lem gigi palsu yang paling rekat agar tidak lepas saat sedang bicara. Menjadi pengguna gigi palsu di usia kepala dua bukanlah cita-cita saya. Namun, jika menengok ke belakang, saya sadar bahwa ini adalah akumulasi dari dosa-dosa kuliner yang saya pupuk sejak remaja, ditambah ambisi saya sebagai seorang content creator makan yang agak kelewat batas demi sebuah angka engagement yang fana. Jagoan Panas dan Lingkaran Setan di Warung Keluarga Keberanian (atau lebih tepatnya kebodohan) saya terhadap makanan ekstrem sebenarnya sudah terlihat sejak zaman SMA. Saya ingat betul, saat istirahat sekolah, saya dan teman-teman sering nongkrong di depan gerbang buat beli p...
"Berawal dari sekadar berbagi keresahan, kini menjadi ruang untuk bertumbuh. Di sini, saya merangkum setiap kegelisahan hidup menjadi tutorial praktis dan pelajaran bermakna yang semoga bisa membantu harimu sedikit lebih mudah."