Pernahkah Anda merasa gemas melihat fasilitas publik yang dibangun megah dengan anggaran besar, tapi ujung-ujungnya malah mubazir? Pemandangan ini nyata adanya di depan mata saya. Di dekat rumah, berdiri dua pasar dengan nasib yang ibarat bumi dan langit, padahal jaraknya hanya selemparan batu. Kontras yang Menyesakkan Dada Pasar pertama adalah tipikal pasar tradisional "bebas". Tanpa sekat kaku, semua pedagang menyatu, membuat suasana begitu hidup. Sudut-sudutnya penuh, pembeli selalu ramai. Namun, tengoklah pasar kedua. Ini adalah pasar "modern" dengan sekat-sekat rapi. Dulu, lapaknya dibagikan gratis lewat sistem undian. Di sinilah akar masalahnya. Siapa yang beruntung dapat posisi depan, sementara yang "apes" terlempar ke pojokan yang tak terlihat orang. Banyak pemenang undian ternyata bukan pedagang asli, sehingga lapak hanya dibiarkan mangkrak atau berusaha dijual kembali. Hasilnya miris: seperempat area dalam pasar kini hanya berisi tumpukan sampah,...
"Berawal dari sekadar berbagi keresahan, kini menjadi ruang untuk bertumbuh. Di sini, saya merangkum setiap kegelisahan hidup menjadi tutorial praktis dan pelajaran bermakna yang semoga bisa membantu harimu sedikit lebih mudah."