Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label tetangga belanja grosir

Jualan Sepi Bukan Karena "Disantet" atau Dimusuhi, Ternyata Ini Alasan Logisnya! (Dan Cara Mengatasinya)

Pernah gak sih lagi duduk nungguin warung, eh tiba-tiba tetangga lewat bawa belanjaan segunung dari tempat lain? Rasanya tuh kayak ada bunyi kretek di dada. Sakit, tapi gak berdarah. Jujur aja, sebagai pedagang kecil, pikiran negatif itu gampang banget mampir. "Kenapa sih mereka gak beli di sini aja?" "Apa keluarga kami ada salah sama mereka?" "Jangan-jangan ada yang gak suka sama kami terus ngejelek-jelekin warung ini?" Pikiran suudzon kayak gitu sempet bikin saya down . Rasanya jualan makin sepi, omzet terjun bebas. Tapi, setelah saya coba jadi "detektif" dadakan dan membuang rasa baper, saya nemuin fakta yang bikin mata terbuka lebar. Masalahnya bukan di SENTIMEN , tapi di MANAJEMEN DOMPET . 1. Misteri "Koordinator" Belanja di Kampung Ternyata, biang kerok kenapa warung saya sepi bukan karena tetangga benci. Penyebabnya adalah adanya tren belanja kolektif . Ada satu atau dua orang inisiator di lingkungan (mungkin tetangga yang infl...