Beberapa tahun belakangan ini, dunia fashion mengalami perubahan besar. Tren-tren baru bermunculan, bukan sekadar soal gaya, tapi juga soal mindset.
Dua tren yang bertabrakan di tahun 2025 adalah Quiet Luxury dan Loud Minimalism.
Keduanya tampak berlawanan — yang satu berbicara dalam bisikan halus, yang satu lagi bersuara lantang dalam kesederhanaan.
Lalu, pertanyaannya: di tengah dunia yang terus berubah ini, siapa yang akan mendominasi gaya hidup masa depan?
Yuk, kita bahas lebih dalam!
Apa Itu Quiet Luxury?
Quiet Luxury adalah tentang keanggunan tanpa pamer.
Di dunia di mana logo besar dan desain mencolok dulunya menjadi lambang status sosial, sekarang justru banyak kalangan elite beralih ke gaya yang lebih diam-diam mewah.
Ciri-ciri Quiet Luxury:
-
Material super premium: kasmir, sutra murni, kulit super lembut.
-
Desain minimalis tanpa logo: produk berbicara lewat kualitas, bukan branding.
-
Palet warna netral dan klasik: krem, abu-abu, navy, beige.
Mereka yang memilih quiet luxury ingin menunjukkan keberhasilan tanpa harus berteriak tentangnya.
Contoh brand yang mewakili tren ini adalah Loro Piana, The Row, dan Brunello Cucinelli.
Di serial seperti Succession, karakter-karakter old-money memperlihatkan gaya hidup ini: hanya orang "selevel" yang bisa mengenali keindahan diam-diam mereka.
Kenapa Quiet Luxury Menjadi Tren?
Ada beberapa alasan mengapa quiet luxury begitu menarik:
-
Resesi ekonomi membuat pamer kekayaan terasa "bad taste".
-
Keinginan untuk eksklusivitas: jika semua orang bisa membeli logo, maka keheningan menjadi kemewahan sesungguhnya.
-
Privasi sosial: semakin banyak orang kaya baru ingin menghindari sorotan.
Quiet Luxury adalah bentuk kekuasaan baru — diam, tapi tak terbantahkan.
Apa Itu Loud Minimalism?
Di sisi lain, Loud Minimalism muncul sebagai evolusi dari minimalisme klasik.
Jika dulu minimalisme berarti "hitam-putih, simpel, dan datar", kini anak muda membawa minimalisme ke arah yang lebih berani dan penuh ekspresi.
Ciri-ciri Loud Minimalism:
-
Potongan sederhana, tapi dikombinasikan dengan warna-warna cerah seperti merah neon, electric blue, kuning pastel.
-
Eksperimen tekstur dan bentuk, meskipun desain tetap bersih.
-
Statement pieces yang tetap terasa effortless, bukan berlebihan.
Brand seperti Jacquemus, Acne Studios, dan evolusi terbaru dari COS adalah contoh nyata loud minimalism.
Mereka menawarkan kesan sederhana, tapi tetap menarik perhatian dengan cara yang elegan.
Kenapa Loud Minimalism Populer?
-
Kebutuhan untuk tetap standout di media sosial: visual yang "polos" seringkali kalah menarik dibandingkan tampilan dengan twist.
-
Keinginan akan personal expression: Gen Z dan Millennial lebih suka gaya yang mencerminkan kepribadian, bukan sekadar mengikuti aturan.
-
After-pandemic boldness: setelah dunia terasa suram, banyak orang ingin "hidup penuh warna" lagi.
Loud Minimalism adalah bukti bahwa kesederhanaan tidak harus membosankan.
Kenapa Tren Ini Saling Bertolak Belakang?
Kalau dilihat lebih dalam, Quiet Luxury dan Loud Minimalism tidak hanya berbeda dalam fashion, tapi juga mencerminkan perbedaan filosofi hidup:
| Quiet Luxury | Loud Minimalism |
|---|---|
| "Aku tidak butuh validasi." | "Aku ingin mengekspresikan diri." |
| Privasi dan eksklusivitas | Ekspresi dan koneksi sosial |
| Wealth whisperer | Creative disruptor |
Quiet Luxury lahir dari rasa percaya diri: kalau kamu tahu siapa dirimu, kamu tidak butuh pengakuan.
Sedangkan Loud Minimalism muncul dari semangat berbagi: berbagi cerita, berbagi karakter, berbagi energi positif.
Dunia digital juga punya pengaruh kuat.
Media sosial mendorong kita untuk terlihat — dan Loud Minimalism menawarkan solusi: tampil sederhana, tapi tetap mengundang perhatian.
Siapa yang Akan Bertahan di 2025?
Jawaban pendeknya: keduanya akan hidup berdampingan, tapi di dunia yang berbeda.
Quiet Luxury:
-
Akan tetap menjadi gaya pilihan untuk kalangan super-elite, orang-orang yang ingin tetap low profile.
-
Akan berkembang di komunitas private club, old money families, dan lingkungan yang menghargai discretion.
Loud Minimalism:
-
Akan terus berkembang di kalangan anak muda kreatif.
-
Akan menjadi pilihan untuk mereka yang ingin tampil berbeda, unik, tapi tetap ingin mempertahankan prinsip kesederhanaan.
Brand-brand besar sudah menyadari ini. Mereka mulai menawarkan koleksi untuk kedua kubu: ada lini super understated, ada juga yang lebih playful dan colorful.
Penutup: Yang Terpenting Adalah Menjadi Diri Sendiri
Di tahun 2025, pertanyaan soal "tren mana yang lebih keren" sebenarnya bukan lagi tentang ikut-ikutan.
Yang lebih penting adalah, gaya apa yang paling jujur mencerminkan diri kamu?
Kalau kamu orang yang menghargai kualitas dan ketenangan, mungkin Quiet Luxury adalah rumahmu.
Kalau kamu merasa hidup harus dirayakan dengan warna dan keberanian, Loud Minimalism bisa jadi kanvasmu.
Karena pada akhirnya, gaya terbaik adalah gaya yang membuatmu merasa nyaman menjadi dirimu sendiri.

Komentar