
Pernah nggak sih kamu lagi jalan, terus ngeliat kucing terlantar yang kurus banget, ngeong-ngeong kelaparan, atau badannya penuh luka? Rasanya nyesek banget, ya. Jujur, aku pribadi sering banget ngerasain hal ini. Rasanya pengen banget nolong, minimal ngasih makan biar perut mereka nggak perih.
Tapi sayangnya, realita di lapangan nggak seindah itu. Di saat kita ngerasa iba, ternyata banyak juga orang di luar sana yang justru "alergi" sama keberadaan mereka.
Kenapa Masih Banyak Orang yang Kejam?
Sering banget kita lihat pemandangan yang bikin marah. Ada orang yang melempar kucing, memukul, bahkan tega menyiram air panas cuma karena si kucing lewat atau minta makan. Tetanggaku sendiri pernah memukul kucing pakai kayu besar. Untungnya si kucing sempat menghindar, kalau nggak, mungkin nyawanya sudah melayang.
Padahal, kalau dipikir pakai logika sederhana: Kucing itu hewan, mereka nggak punya akal seperti manusia.
Saat mereka "mencuri" makanan, itu bukan karena mereka jahat atau kriminal. Itu murni insting bertahan hidup karena mereka lapar. Kalau kita sebagai manusia yang punya akal marah karena lauk kita diambil, bukankah seharusnya kita introspeksi? Kenapa kita nggak menyimpan makanan itu dengan benar di tempat tertutup? Menyalahkan hewan yang kelaparan itu rasanya nggak adil banget, kan?
Kisah Si Kucing Sakit yang Pantang Menyerah
Belakangan ini, ada satu kejadian yang bikin hati campur aduk. Ada seekor kucing jalanan yang kondisi punggungnya parah banget. Tiap jalan, bagian belakangnya kayak jatuh, mungkin karena sarafnya kena atau pernah dipukul orang jahat.
Yang bikin gemes sekaligus sedih, dalam kondisi sakit begitu, dia masih aja nekat naik ke atap rumah. Mungkin bagi kita itu terlihat bodoh, "Udah sakit kok malah manjat?" Tapi bagi kucing liar, tempat tinggi adalah zona aman. Dia mungkin takut dipukul lagi sama orang-orang di bawah, makanya dia memaksakan diri naik meski kesakitan.
Sekarang kondisinya makin parah, mau makan pun susah. Buat teman-teman yang ngalamin hal sama tapi nggak punya dana buat ke dokter hewan (vet), jangan berkecil hati. Tindakan kamu ngasih makan dan minum tiap hari itu udah sangat membantu memperpanjang harapan hidupnya.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Kalau kamu nggak punya uang buat bawa ke dokter, lakukan palliative care (perawatan yang meringankan) sebisa mungkin:
Mudahkan Akses: Taruh makanan dan minum di tempat yang nggak perlu dia manjat.
Makanan Basah: Kalau dia susah ngunyah, kasih wet food atau dry food yang direndam air hangat biar lunak.
Jangan Paksa: Jangan paksa dia bergerak banyak.
Edukasi Lingkungan: Kalau berani, tegur halus tetangga yang kasar. Bilang aja, "Pak/Bu, jangan dipukul, nanti malah mati jadi bangkai bau lho. Diusir pelan-pelan aja."
Intinya, menjadi manusia itu bukan cuma soal punya akal, tapi juga punya hati. Kucing jalanan nggak minta dilahirkan di jalanan. Sedikit makanan dari kita bisa jadi penyambung nyawa buat mereka.
Yuk, mulai lebih peduli. Kalau nggak suka, seenggaknya jangan menyakiti.
Tags:
kucing terlantar, street feeding, stop kekejaman hewan, kucing sakit, pecinta kucing, rescue kucing, tips merawat kucing liar, peduli hewan, makanan kucing, kucing kampung, animal abuse, empati hewan
FAQ (Pertanyaan yang Sering Muncul)
1. Kenapa kucing liar suka mencuri makanan di meja makan?
Kucing tidak memiliki konsep "mencuri" atau "milik orang lain". Mereka bertindak berdasarkan insting bertahan hidup. Jika mereka mencium bau makanan dan aksesnya terbuka, mereka akan mengambilnya karena lapar. Tugas manusialah untuk menutup atau menyimpan makanan dengan aman.
2. Apa yang harus dilakukan kalau melihat kucing sakit tapi tidak punya biaya ke dokter hewan?
Fokuslah pada kenyamanan kucing tersebut (palliative care). Berikan makanan yang bergizi dan mudah dicerna (seperti makanan basah), sediakan air minum bersih yang mudah dijangkau, dan berikan tempat istirahat yang hangat dan aman dari gangguan orang jahat.
3. Bagaimana cara menghadapi tetangga yang suka menyiksa kucing?
Ini situasi yang sulit. Jika memungkinkan, tegur dengan sopan dan berikan edukasi bahwa menyiksa hewan itu melanggar hukum (Pasal 302 KUHP di Indonesia). Jika takut ribut, cobalah untuk memindahkan kucing-kucing tersebut ke area yang lebih aman atau jauh dari jangkauan tetangga tersebut (relokasi).
4. Kenapa kucing yang sakit punggung/kaki tetap memaksakan diri memanjat tempat tinggi?
Bagi kucing, tempat tinggi adalah pertahanan diri. Di alam liar atau jalanan yang keras, berada di tanah membuat mereka rentan diserang predator atau manusia yang jahat. Meski sakit, insting mereka mengatakan bahwa "di atas lebih aman daripada di bawah".
Komentar