Di balik gemerlap dunia industri kreatif dan digital, terdapat sebuah ceruk bisnis yang mungkin jarang tersorot media arus utama, namun perputarannya sangat nyata: Farming House. Di sinilah saya menghabiskan hari-hari saya, menatap layar monitor, mengumpulkan pundi-pundi koin virtual yang nantinya akan dikonversi menjadi rupiah. Banyak yang mengira pekerjaan ini hanya soal bermain game, namun bagi kami yang menjalaninya, ini adalah pekerjaan serius yang menuntut ketekunan, konsistensi, dan yang paling utama—kejujuran. Sebagai pekerja di farming house, saya memegang prinsip sederhana: apa yang saya kumpulkan adalah milik orang yang memberi saya fasilitas. Saya sadar betul bahwa tanpa komputer high-end, koneksi internet yang stabil, serta listrik yang dibayar oleh owner (pemilik), saya tidak akan bisa menghasilkan apa-apa. Bahkan, akun-akun game yang kami gunakan setiap hari untuk bekerja bukanlah milik pribadi; semuanya adalah akun yang dibeli dan disediakan oleh Bos. Akun tersebut adal...
"Berawal dari sekadar berbagi keresahan, kini menjadi ruang untuk bertumbuh. Di sini, saya merangkum setiap kegelisahan hidup menjadi tutorial praktis dan pelajaran bermakna yang semoga bisa membantu harimu sedikit lebih mudah."