Aku marah. Serius, siapa yang nggak emosi membaca berita belakangan ini? Di saat warga sedang sibuk menguras lumpur, menyelamatkan sisa harta, bahkan menangisi keluarga yang jadi korban banjir bandang, tiba-tiba muncul pernyataan dari seorang menteri yang rasanya seperti menabur garam di atas luka yang masih menganga. Coba bayangkan: ribuan gelondongan kayu hanyut menghantam pemukiman. Bukti fisik bertebaran di mana-mana. Tapi, narasi yang keluar dari pusat justru bilang itu "roboh alami" karena tanah longsor, bukan akibat pembalakan liar. Hah? Gimana konsepnya, Pak? Pernyataan ini jelas bikin aku—dan mungkin jutaan warga lain—merasa logika kita sedang dipermainkan. Kayu Gelondongan vs "Roboh Alami" Ayo kita pakai akal sehat saja, nggak usah pakai bahasa langit. Kalau satu atau dua pohon tumbang karena angin atau tanah labil, itu namanya musibah alami. Masuk akal. Tapi kalau yang hanyut itu kayu gelondongan dalam jumlah massal, potongannya rapi, atau bahkan sisa-sis...
"Berawal dari sekadar berbagi keresahan, kini menjadi ruang untuk bertumbuh. Di sini, saya merangkum setiap kegelisahan hidup menjadi tutorial praktis dan pelajaran bermakna yang semoga bisa membantu harimu sedikit lebih mudah."