Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Cowok Gak Harus Merokok dan Ngopi

https://pixabay.com/id/photos/rokok-perokok-bukan-perokok-tangan-3564364 / Kita sering liat di film atau di sekitar kita bahwa cowok harus merokok dan ngopi biar keliatan keren dan dewasa. Tapi, benarkah itu? Apakah merokok dan ngopi benar-benar bikin cowok jadi lebih jantan dan dewasa? Bahaya Merokok Merokok itu super bahaya, guys! Menurut WHO, merokok adalah penyebab utama kematian yang bisa dicegah di seluruh dunia. Merokok bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti: - Kanker paru-paru - Penyakit jantung - Stroke - Penyakit paru-paru kronis Merokok juga bisa mempengaruhi kualitas hidup seseorang, seperti: - Mengurangi kemampuan fisik - Meningkatkan risiko impotensi - Meningkatkan risiko infertilitas Cara Lain untuk Santai Selain Merokok Beberapa orang mungkin bilang bahwa merokok membantu mereka merasa lebih santai dan fokus. Tapi, perlu diingat bahwa ini adalah efek sementara dari nikotin, dan ketergantungan pada nikotin bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius dalam jangka ...

"Gue Bukan Cowok yang Harus Ikutin Stereotip! 😎"

Kalian pernah denger stereotip tentang cowok yang harus kayak gimana? Kayak harus merokok, minum kopi, dan lain-lain? Atau mungkin cowok yang suka bersih-bersih dianggap kurang jantan? Atau cowok yang deket banget sama ibunya dianggap manja? 🤣 Banyak banget stereotip yang gak perlu dan cuma bikin orang jadi stress. Stereotip Cowok Harus Merokok dan Minum Kopi: Banyak orang masih percaya bahwa cowok harus merokok dan minum kopi biar dibilang jantan. Tapi, gue rasa itu sih tergantung orangnya aja. Cowok bisa jadi dirinya sendiri tanpa harus ikutin stereotip yang gak penting. Nggak semua cowok suka rokok atau kopi, dan itu bukan masalah besar. Yang penting adalah cowok itu sendiri, bukan tentang apa yang dia lakukan atau tidak lakukan. Mungkin cowok yang gak merokok dan minum kopi malah lebih sehat dan lebih produktif, lho! 💁‍♂️ Kebersihan Bukan Urusan Gender: Terus, ada juga stereotip bahwa cowok gak perlu bersih-bersih karena itu tugas cewek. Tapi, kebersihan dan tanggung jawab rumah ...

Penggunaan Koma dan Titik pada Angka Besar

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berhadapan dengan angka besar, terutama saat membaca data, laporan keuangan, harga barang, atau angka desimal. Namun, masih banyak orang yang bingung tentang penggunaan koma (,) dan titik (.) dalam penulisan angka tersebut. Padahal, penggunaan tanda baca yang tepat bisa membantu kita menghindari kesalahan baca dan memahami angka dengan lebih akurat. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana penggunaan koma dan titik yang benar dalam penulisan angka besar, khususnya dalam Bahasa Indonesia, serta membandingkannya dengan aturan dalam Bahasa Inggris. 1. Penulisan Angka dalam Bahasa Indonesia Berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) , aturan penulisan angka besar adalah sebagai berikut: Titik (.) digunakan untuk memisahkan setiap tiga angka dari belakang (ribuan, jutaan, miliaran, dst). Koma (,) digunakan untuk menunjukkan bagian desimal (pecahan dari satuan utuh). Contoh: 1.000 (seribu) 1.000.000 (satu juta) 2...